From Zero To Hero (Sebuah Inspirasi)

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Untuk teman-temanku yang senantiasa merindukan datangnya kemenangan dan kesucian diri.
Telah berlalu tamu yang mulia dengan segala kemuliannya
telah datang sebuah bekal yang akan kita pergunakan selama 11 bulan mendatang
akankah diri kembali fitrah dalam balutan kasihNya
ataukah diri ini kan kembali ternoda dan berkubang dalam jurang yang sama
mungkin ini adalah kehidupan terakhirku ataukah ini adalah awal dari pengembaraanku, pengembaraan yang panjang guna menghadapi "The Life"
Mmmmm, pantaskah diri ini mendapat predikat Taqwa ataukah yang ada aku kembali bersimbah dengan gulitanya Malam bahkan pembangkangan jilid entah yang ke berapa…
Seandainya pahla dan dosa itu bagai rekening yang mudah di chek saldo terakhirnya, mungkin aku kan sibuk tak kan mau diganggu  karena banyaknya beban Kredit dosa yang mengurangi saldo Pahalaku, sedikit bila melihat waktu yang telah terpakai dan jauhnya jarak perjalanan yang kan kutempuh
Jauh dilubuk hatiku aku berteriak lantang bahwa kan kuubah semua dengan kuasa yang ada padaku tetapi apa daya yang bisa kuubah hanyalah pola pikir dan lakuku
Lalu apa yang harus kulakukan agar semua ini bisa kembali adanya ?
O, mungkinkah yang dibutuhkan adalah kebersamaan ?
Ataukah waktu yang lapang untuk berbagi ……
Tidak, bahkan yang ada adalah bahwa aku terlalu sibuk dengan duniaku hingga aku tanpa sadar terlewatkan akan canda temanku di belahan dunia lain
Tapi aku tidak pernah menyesal akan yang telah kulakukan …….
bukankah dunia adalah ladang amal yang diperlukan keseriusan dalam menggarapnya …
atau kah harus kita tinggalkan ladang ini kering meronta kita tinggalkan demi kesenangan belaka untuk sekedar ares-aresan atau bercanda dengan si dia yang melenakan
Lalu ketika Sang Pencipta makin menuntut akan kerja-kerjaku,
Boro-boro Bojo Loro
Boro-boro banyak amanah, yang ada aja belum tertuntaskan dengan memuaskan lalu Majikan Yang Maha Segala-segalanya malah menambah yang lain ….
Entahlah apakah aku memang dilihat mampu ataukah hati ini yang tamak dalam kekuasaan ….
Ataukah mereka yang buta akan kehinaan diri ataukah Sang Kuasa yang menutupi aib dengan cahaya KemuliaanNya
Bukan aku bermaksud untuk membuka tabirNya
tetapi aku merasa bahwa aku dimuliakanNya dengan amanah-amanah ini
Lalu haruskah aku berbagi amanah yang padahal dengan ini aku dimuliakanNya ?….
Aku jadi teringat pesan dari Mantan ketua Fadhil periode 2002-2004
"Bahwasaannya amanah ini bukanlah beban yang harus dipertanggung jawabkan kepada seseorang, tetapi jadikanlah amanah ini sebagai hak kita yang harus kita raih dan kita peebutkan…
Karena kalau bukan kita yang hadir disana, berarti orang lain lah yang akan menggantikan posisi kita dan itu berarti kemuliaan ini dikalungkan kepadanya"
Yap, memang benar kawan
Kebaikan itu harus direbut jangan lantas kita saling EWUN PAKEWUH (sory kalo salah Basa Jawanya) kepada orang lain.
O, sahabat….
Sungguh aku merindukan Hawariyun yang setia dengan segala keadaan yang dengan itu akan ku dobrak kebangkitan Ummat ini
Sungguh aku merindukan bala Jundi Badar yang senantiasa memperkuat kesabarannya dan dengan sabar memperkuat dirinya
Sungguh aku merindukan "Khadijah" yang dengan sigap memberikan selimut perlindungan kepada pendampingnya lalu dengan ikhlas memberikan ketenangan batinnya
Sungguh aku merindukan bertemu dengan Ulama yang Umara dan Umara yang Ulama
Sungguh aku merindukan zaman yang saling mendoakan walau yang didoakan tak pernah tahu ……
Sungguh aku merindukan kehadiran Abu bakar yang Lemah lembut, Umar yang Super Galak dan Tegas, Usman yang pemalu dan dermawan dan Ali yang Luas dengan samudera Ilmunya …….
Haruskah mereka dihidupkan kembali ke dunia ini
Tidak ….
Karena mereka telah hidup dengan zamannya
Karena ini adalah zaman kita, zaman kita yang kita lah yang akan menggoreskan sejarahnya
Bukan lagi mereka yang telah tenang menikmati sajian dari RabbNya….
Terima Kasih Sahabatku atas semua yang telah kau hadirkan dalam hidupku
Tak kan ada apresiasi yang bisa dan layak ku berikan kepadamu
selain doa Rabbitoh yang mengalir dalam nadiku….
Mohon maaf akan segala yang nista pernah kuhadirkan dalam hidupmu
dan bukakan lah pintu keridhoan mu yang paling tulus untukku
Wassalamu’alaiku warrahmatullahi Wabarakatuh

Leave a Reply