Sepotong Cinta Untuk Sahabat

Sepotong Cinta untuk Sahabat
Adakalanya dengan ketakutan dan kebingungan kita memutuskan tidak akan pernah percaya dan mencintai siapapun lagi. Kitapun merasakan senang jika ada seseorang yang selalu disisi kita saat sedih maupun saat senang. Seseorang yang selalu membantu kita tanpa mengharap apapun selain senyuman kita, yang mengerti, yang memahami dan menerima kita apa adanya. Beberapa dari kita menyebutnya sahabat perjalanan hidup. Sebagian lebih sederhana mengatakan teman seperjuangan. Bagi yang romantis menyatakan kekasih hati. Teruntuk yang telah menikah mengakui bahwa Tuhan menciptakannya agar kita tidak merasa kesepian.
Sejauh mana beda dari semua itu? Kenapa bersahabat? Benarkah hidup terlalu keras untuk dijalani seorang diri? Atau karena kita ingin menumpahkan rasa sayang dan cinta yang ada dalam hati? Mungkinkah karena kita memiliki sesuatu yang sejalan hingga kita menyamakan orang lain dengan apa yang kita rasakan? Sungguh! Betapa sulit mencari sahabat diwaktu kita tengah kesusahan Dan benarlah betapa mudah mengajak seseorang untuk bergabung dalam kegembiraan kita.
Manusia emang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin sahabat kita ngerasa bete, nggak disayang, nggak dihargai. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif-penolakan, kesalahpahaman-dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.
Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang. Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri.
Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan. Sedalam kelemahan kita harusnya kita lebih sering berkata "maaf" dibanding "aku’ jika kita memang manganggapnya sahabat. Setinggi keinginan kita harusnya kita lebih berbahagia berkata "aku tidak mau merepotkanmu" dibanding "mengertilah diriku" jika kita telah mengerti bahwa dia sahabat kita Bertahanlah, karena sahabatmu adalah semua yang pernah hadir dalam hatimu. Berterimakasihlah, sahabatmu adalah semua yang telah membentukmu hingga kamu menjadi seperti sekarang ini. Bersiaplah, karena kamu akan masih kehilangan banyak sahabat untuk menemukan sahabat-sahabat baru sepanjang perjalanan hidupmu. Love you always my lovely friends….
From Site CCCL Surabaya
Hai, Friend aku kok rindu sama kamu ya…
Buat kamu yang sering meng-Update nih milis,
Pliss, donkz untuk meninggalkan pesan apa kek jadi aku bisa tahu sopo aja yang sering buka nih milis.
Katakan bila kamu butuh bantuan maka akan kubantu apa yang bisa ku bantu. katakan bila kamu sedaang butuh uang maka akan ku berikan kamu uang walau itu harus mengorbankan uang jajan ku
Katakan bila kamu perhatian karena aku dengan senang hati melakukannya bila kamu mau terssenyum untuk itu
Namun lebih dari itu, sahabat aku lebih senang melihatmu tegar dalam mengarungi samudera kehidupan ini, bersabarlah untuk waktu yang tak lama lagi. Sungguh peluh keringat yang menetes di dahi kita akan menjadi saksi dan mahar yang paling pas untuk meminang bidadari yang membawa cawan kebahagiaan.
Buat semua pejuang peradaban yang sedang mempersiapkan UAS,
Kira-kira IP kita berapa ya semester ini?
Terus dalam suksesi ini apakah kita pantas menerima amanah yyang gunung aja nggak mau?
Lalu bagaimana dengan tujuan kita yang kita bangun di masa-masa yang paling indah?
Buat kamu yang ikut Dauroh Wada, kapan nih bisa turung gunung ?
Buat anak nongkrong Annaba, woi tahun baru punya acara nggak, kalo kaga ikut ya MABIT  pas malam tahun baru di Islamic Center Bekasi
Yang pasti bawa makanan yah jangan bawa Buku Schaumm, kita lupakan itu dan mari kita reguk manisnya ukhuwah yang telah lama kami
Aku jadi ingat lagu Brothers “Doa Prepisahan” yang sering membuat hati ini meleleh ingat kamu semua wahai sahabat ku
“Pertemuan kita di suatu hari
menitip kan ku Untaian sejati
Bersyukur ku kehadap Ilahi diatas jalinan yang sejati
Namun kini perpisahan yang terjadi
cobaan yang menimpa diri
Bersabarlah  diatas suratan . ku akan pergi jua
Kan kuutus kan sslam  ingatanku
Dalam doa kudus ku disepanjang waktu
Ya Allah  bantulah hambamu
Mencari hidayah dari padamu
Dalam pendirian kesabaran ku
Ya aloh tabahkanlah hati hambamu diatas perpisahan ini
Teman, betapa pedihnya hati  menghadapi perpisahan ini
Pahit manis perjuangan telah kira rasakan bersama
Semoga alloh meridhoi persahabatan ini
Teruskan perjuangan
Kan kuutus kan salam 
Ingatanku Dalam doa kudus ku disepanjang waktu
Ya Allah  bantulah hambamu
Senyuman yang tersitat di bibirmu
menjadi ingatan Setiap waktu
Tanda kemesraan bersimpul padu
Kenanghan aku dalam doamu
Semoga tuhan berkatimu …..
Buat Sahabatku di mana aja yang ridho berpanas-panasan di siang terik  demi bertemu bidadari Nya

Leave a Reply