Sebuah taujih Sederhana


Dari Langit untuk mu Bumi

Berteriaknya sang Bumi terkadang mengerikan

Lihatlah bayak raga terkubur ketika Tanah meringkih

Tertindih kayu yang berserakan akibat kebuasan manusia seakah

Berteriaknya bumi tak ada yang merindukan

Berkulai air mata ketika air meratakan apaun tanpa ada yang nerani menahan

Tak juga engkau, yang berdiri mematung saja

Jangan seperti mereka yang membiarkan batang kokoh

Roboh hanya demi kepentingan ekonomi tanpa nurani

Aku berani bertanya padamu bahwa engkau kan malu

Ketika melihat raga bertumpukan gunungan tanah

Ketika itu bergulung-gulung meluncur bak anak bermain perosotan

Aku berkata dimanakah hutanmu yang dulu rindang yang berani menahan tanah

itu dulu

Jangan bilang bahwa kau pun ikut tuk meratakan hanya sekedar mendapatkan

sepetak lahan untuk kebunmu

Bukankah karena engkau rakus tak mau melihat hilangnya kesempatan

Merauk keuntungan

Padahal engkau tahu

Bahw tanah itu tanah kritis, yang tak berdaya tanpa akar yang kokoh menyulam

barisan tanah dibawahnya

Dan kini engkau melihat titah Langit untukmu penghuni bumi

Rumahmu kini berteriak kesakitan

Merintih, menangis hebat

Tak peduli penghuninya tengah bergelimpangan akibat

Ulah manusia berhati buas

Percayalah bumi pun ada jawabnya.

Dari Zulhamidi


Leave a Reply