Bukan Salahku
Assalamu’alaikum warrahmatullahi Wabarakatuh
Teruntuk saudaraku yang berjuang dengan peluhnya dan meneteskan sejuta embun kebahagiaan.
Aku kini sangat merindukan untuk beremu denganmu karena kerinduanku tak
kan pernah berujung dengan berhentinya detak jantungku, tetapi kerinduan yang senantiasa selalu terulir abadi dalam kenanganku
Oh kasih siapakah yang akan membiarkan sang tercinta menderita ataukah air mata telah kering tertumpah sehingga yang hadir adalah terbesitnya sebuah ukiran senyuman yang maha indah
Oh kekasih aku senantiasa merindukan belaian hangatMu
Kini aku tersirami dengan gerimisnya hati yang basah akan air mata cinta
Tetapi aku tak
kan berhenti hingga bidadari surga turun lalu menggamit tanganku dengan lembutnya
Oh indahnya bila hati ini telah tertata rapi hingga aku siap menatap bidadariku
Oh bila fisik ini begitu memancar
kan pesona Illahi celupan cleaning body wudhu.
Oh, kenapa kamu tak membiarkan aku mencoba untuk bangkit hingga akutersadar betapa dahsyatnya kekuatan ikhtiar dan istiqomah.
Mengapa diri ini
kan terasa hambar bila bertemu denganmu lalu kenapa aku yang harus berubah bila itu adalah akibat dari kepongahanmu
Wahai teman…
Bantu aku dengan doamu agar aku bisa tegar di jalan ini
Kenapa yah kalau hati ini ingin sekali dipuji oleh orang lain padahal pujian itu hanyalah semu
Aku baru tahu kalau itu bisa saja hanya pujian yangmenipu
Kan kanjeng pernah bilang kalau memuji itu setelah hasilnya diketahui oleh kita ?
Kini aku mengerti bahwa perjuangan itu hair karena adanya sebuah tujuan yang melecuti pribadi-pribadi yang rentan akan godaan
Lalu kapankah aku kan bersama engkau yang tak pernah hadir dalam kebersamaaan yang pernah tercipta
Kini hadirkan aku dalam kalbumu hingga kau akan mendengar jeritan yang dahsyat akan sebuah ambang kehancuran yang melesat mnenghampiri kami
Wahai duka yang pernah hadir dalam hati ini, janganlah kau remuk redam jiwa yang ringkih dengan tangismu yang melemahkan
Wahai suka yang pernah menyeruak ke raga ini, janganlah kau menyebabkan ku lupa kan tempat berpijakku. Yap tanah inilah tempat ku berasal dan ke tanah pula aku kan kembali
Artinya setinggi apapun aku kan meloncat aku pasti kan kembali ke tanah. Lalu apakah itu berarti aku tak boleh kembali meloncat setinggi aku bisa….
Yah meloncat lah karena kalau kau tidak meloncat kau kan terkena lindasan bola kehancuran yang melanda orang-orang yang tidak mau bergerak……
Bangkilah dan kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan karena sesungguhnya tugas kita hanyal mengerjakan apa yng telah diskenariokan kepada kita?
Lalau jangan Tanya apa sih yang telah diskenariokan kepada kita….
Karena itu bukan pertanyaan yang layak dijawab…
Kenapa ….
Karena kalaukita tahu scenario yang harus kita jalankan maka drama yang kita jalankan hanya sekedar cerita tanpa denyut dan kita akan mejadi boneka yang bergerak tanpa arti
Bergeraklah karena bergerak itu akan menlancarkan nadi-nadi yang tersumbat dalam jiwa kita
Bergeraklah karena dengan bergerak itu akan melejitkan potensi kita yang tertidur pulas
Bergeraklah karena dengan bergerak itulah arti hidup
Bukankah sholat itu representasi utama bagi kita bahwa kita harus bergerak karena kalau tidak ada pergerakan itu berarti kita sedang menyolatkan jenazah
Bergeraklah karena hikmah kehidupan ada di dalamnya
Lalu dengan apa kita bergerak ?
Lalu dengan sipa kita bergerak ?
Lalu untuk apa kita bergerak ?
Dan apa yng dimaksud dengan bergerak itu sendiri ?
Tahukah kamu bahwa dengan kuliah itu kita bergerak
Tahukan kamu bahwa dengan mengaji ituy kita bergerak
Tahukah kamu bahwa dengan Aksi dan demo itu kita bergerak
Tahukah kamu dengan sholat dan haji itu kita bergerak
Tahukah kamu dengan hidup untuk keabadian itu kita sedang bergerak
Keabadian yang tiada kepunahan
Keabadian yang tiada kepayahan
Kebadian yang tiada keluh kesah
Keabadian yang tiada air mata
Lalu haruskah kita diam dan tertinggal oleh khaafilah yang telah bergerak menuju keabadian yangtelah dijanjikannnya….
Tetap semangat wahai sahabatku……
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kuselesaikan di sela-sela idle ku
My Boarding In Camp.
Rabu, 1.11.2006